Posted on

Nenek Keronta Dan Perempuan Anggun

nenek

Perempuan anggun bermata muram durja

Perempuan rupawan dengan tutur kata menyayat

Dia terzalimi! Itu fitnah!

Semua juga tau tanpa bertanya fitnah lebih kejam dari apa

Tapi lebih kejam mana dengan senyum hambar yang diumbar itu

Di benaknya terlalu banyak ketidak menahuan

Mata itu mutlak polos tak berdosa, lugu!

Haruskah untuk sebuah pencintraan?

Disini, tepat didepan dua mata

Nenek keronta cucu meronta

Menjeritnya hanya bisa di dalam hati

Tau apa mata-mata itu tentang terzalimi?

Tak menau jua sosok perempuan anggun yang terfitnah

Lemah. Tapi Tegar.

Nenek keronta itu sama lemahnya

Hanya ada ‘tapi’ diselanya

Yang mana kebenaran dan pencintraan?

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s