Posted on

Sebelum Cahaya

Kuteringat hati yang bertabur mimpi

Kemana kau pergi, cinta?

Air muka itu yang menghanyutkanku. Begitu ingin aku menepuk ringan pundaknya. Menyapa dalam riuh dan gaduh sanubarinya.

Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati, cinta

Setegar itukah hatimu? Ayunan langkahmu yang menderma rinai tanya di jiwa
Kedua mata itu bak mentari keriput yang menanti ufuknya

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu, Cinta

Dan kulihat cahayamu tak lagi terang. Sanggupkah lentera ini membuatmu benderang? Atau setidaknya semburat pendarku menjagamu dalam remang.

Kekuatan hati yang berpegang janji, genggamlah tanganku, cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri, temani hatimu, cinta

Melangkahlah! Tetaplah melangkah dalam getirmu.
Diujung sana ufuk menantikanmu menyongsongnya
Cukup hadirku sebagai siapa gerangan, yang menemanimu sebelum cahaya
Dengan begini kebersahajaanmu bersemayam abadi

Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkanlah hati, Cinta!

—-

Yang senantiasa menjaga dan menaungimu dengan lentera-Nya. Y

ang lebih dekat dari urat nadimu. Dan sementara itu, tetaplah melangkah 

Advertisements

About Let's Get The Beat!

not yet a period

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s