Posted on

Pada Suatu Hari, Pada Sebuah Hati

screenshot_20170103-234913.jpg

Hadirnya waktu itu, seperti bising dan riak yang aku butuhkan

Dunia berhentilah sejenak. Lenyapkan bising yang mengganggu

Aku ini ingin tenggelam. Sebentar kedalam ceritamu


Lalu Dia berbisik pada jeda, dihembuskannya nada dengan lirih, “Aku tidak ingin mengakhirinya, sebaiknya aku paksakan saja akhirnya.” Dia mengancang katanya dengan awas dan selalu tertambat, lalu Dia tinggalkan tergelak dalam awang. “Itu masih sama, masih di tempatnya semula. Kutata rapi, dan selalu kupastikan ada. Hanya agar masih disana, karena aku yang menginginkannya.” Dia menyusur kembali bagaimana semuanya bermula; hanya dengan begitu terkikis sedikit ruam yang masih tersisa dalam cerita yang dibaginya pada sebuah malam yang bersahaja.

Malam itu, Dia gusar dengan tanya yang lancang menyuruak diluar kendalinya; sungguh Dia tidak menginginkannya menjadi ulkus hati apalagi membiarkannya meradang. Dia memilih membiarkannya; tanyanya, gelisahnya, kepada dia yang tidak kunjung menyambut risaunya. Hatinya masih memar, dia merasa dipermainkan meskipun dia memilih untuk mendamaikannya dan membuang prasangkanya; tapi lagi-lagi Dia berharap semua menjadi berbeda, jikalau hari itu tidak pernah ada, saat dia tanpa sengaja membuat sebuah kebetulan. “Dan itu yang membuatnya sedikit tertindih, lalu penyesalan yang lain; yang tidak tergantikan, yang terindah dan yang tertinggalkan.”

Malam itu, bising gilasan roda monorel yang beradu urung membuatnya terusik dari pikirnya; yang jauh riuh dan gaduh menggiring kumparan kata dan kenangan yang terbatas diingatannya. Dia mempertanyakan sebuah kepastian tanpa harus mengutarakannya, “Tapi sepertinya dia tidak mampu membacanya atau mungkin aku tidak memahami alurnya, dia seperti susunan kalimat-kalimat yang terangkai hanya untuk menjadi interpretasi multi tafsir. Sedangkan aku, hanya menginginkan yang tidak mengingkari, yang meskipun tidak selalu ada, tapi memberikan hatiku kepastian. Jadi aku biarkan saja kamuflase itu: teman terbaik. Terkadang aku berharap, sebaiknya kebetulan itu tidak pernah ada saja, tidak pernah aku buat sama sekali.”

Kembali Dia merunduk dan menghela dalam pengandaiannya. Dia gontai dan linglung dalam derap langkahnya waktu itu; hingga terlewatkan satu persinggahan dari tujuan yang seharusnya. Pun senada dengan isi kepalanya sepertinya membuat jalinan yang salah dengan sinaps-sinapsnya, Dia benci yang membuat onar dan menciptakan delusi berkepanjangan. “Lalu kamu hadir seperti bising yang menjadi riak sekaligus pelipur. Yang adanya aku inginkan, mungkin aku butuhkan untuk tetap dalam batasnya pada waktu itu, untuk tetap dalam takarnya. Untuk tetap sewajarnya.”

Dan sebuah cerita menjadi awal yang baru, Dia tidak beranjak dari yang hadir manyapanya dalam sejenak, lantas bersemayam. “Jangan dulu beranjak, aku takut kembali.”

Dia lupa kapan terakhir kali menyeka airmata, mungkin hatinya menjadi sedikit resisten dengan luka; yang seringkali hadirnya tanpa disengaja dan Dia tidak pernah membiarkannya tinggal lama karena hanya akan menjadi racun bagi akal sehatnya.

Dan dengan mengingat penggalan-penggalan yang terlalui dalam sepintas lalu mengeja namanya, Dia mampu mengusir resah, kenangan itu yang mendamaikan; dan Dia ingin tetap berada disana. Hanya karena itu membuatnya sedikit lebih baik dan jauh lebih sadar.

“Karena dengan mengingatnya, aku kembali bisa berdamai. Karena dalam tuturnya, aku tahu yang sementara dan yang akan selalu ada.”


Waktu, jika benar kamu ada. Berhentilah dulu sejenak

Ada yang tak sengaja kutinggalkan. Beberapa waktu lalu

 

Advertisements

About Let's Get The Beat!

not yet a period

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s