Posted on

Penghujung Jeda

Terjabarkan Banyak Cerita Pada Sebuah Malam


Itu menjadi terdengar sangat menggelikan. Lalu dia putuskan untuk memberinya selubung saja. Dia benci riak yang membuatnya terkadang gusar. Mungkin menjadi indah dalam angan, tapi hanya menjadi dan berakhir sendu, meninggalkannya lalu biru. Lantas didengarkannya sebuah lagu yang lagi-lagi mengingatkannya kembali pada sebuah kenangan, Kita dan Malam’. Lalu dia utaskan senyuman.

Dunia berhentilah sejenak

Lenyapkan bising yang mengganggu

Aku ini ingin tenggelam

Sebentar kedalam ceritamu

Waktu, jika benar kamu ada

Berhentilah dulu sejenak

Ada yang tak sengaja kutinggalkan

Beberapa waktu lalu

Kita dan malam

Dan semua yang ku semayamkan

Sampai jumpa hingga aku bisa memutar waktu

Sampai jumpa

Kini lantun lagunya sampai ditepian makna. Dia lelah gundah, lelah resah oleh permainan waktu, lalu dia biarkan saja semburat hatinya mewujud bentuk seperti apa. ‘Cukup saja begini, ceritanya sudah hampir berakhir, aku pikir, sampai nanti ada yang membuatnya kembali bergulir. Sampai jumpa

Dan di kemudian hari saat dia terbangun dan seketika semuanya lantak. Dia lihat yang selama ini dipikirnya hilang masih ditempatnya semula, ‘ternyata kunci itu tidak pernah beranjak, aku pikir sudah dicuri.’ Lalu, dia menghela nafas lega entah untuk apa, tapi pundaknya menjadi leluasa, ‘Terima kasih untuk tetap meninggalkannya disana, itu tidak semu, sama sekali. Aku terpikat hatimu. Dan dihari hari selepas itu, aku berharap untuk perjumpaan di lain waktu. Itu memberikanku keindahan, kesejukan dalam runyam, membuatku merasa hidup begitu indah, jika aku temukan lebih banyak jiwa sepertimu.”

Lalu dia putuskan untuk bersandar pada permainan semesta lantas kembali beradu dengan spedometer waktu. ‘Membiarkanku merangkainya menjadi cerita. Dan kini ceritanya hampir usai dengan peranmu. Maukah tetap disana saja?’

Sampai nanti ditemukannya yang pantas dan nyata untuk menjadi ada dalam setiap resahnya. “Dia pria dengan hati terindah, namun ingin kunikmati sebagai pendar dalam remang. Aku mencintai kesan tentangnya.” Saatnya tiba di penghujung jeda, diakhirinya dengan hela. “Pria dengan jiwa terhangat, semoga kau selalu bahagia, seperti setiap kenang tentangmu yang selalu mampu mendamaikan.” 


Advertisements

About Let's Get The Beat!

not yet a period

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s