Terukir di (hati) Bintang


Sang Bintang menyadari kunci hatinya sudah dicuri. Dalam sebuah persinggungungan edar. Menyisakan satu ruang kosong. Ya, hanya satu. Untuk Bintang. Karena pendar Mentari, Rembulan, Mars, Jupiter atau yang serupa bintang tidak mampu menggantikan satu bintang dihatinya. Apa yang membuat bintang berbeda dari benda langit dan bintang sejenisnya? Karena Sang Bintang yang memilihnya. Dan itu yang membuat Bintang satu-satunya, sui generis.

Karena kesan yang ditinggalkan Bintang. Karena setiap yang terutarakan; dalam derik, hening, sunyi. Meninggalkan makna berlebihan; tidak tergantikan, bahkan oleh sejenisnya. Karena juga Bintang memantulkan bayangan  serupa Sang Bintang. 

Jikalau, Bintang adanya menunggu Sang Bintang. Sang Bintang menunggu Bintang. Bagaimana mereka disatukan? Semua ditangan keberanian Sang Bintang. Sang Bintang hanya menunggu waktu yang tepat. Setelah dia selesaikan yang mengganjal hatinya. Asanya.  Mungkin tak lama, mungkin perkara campur tangan semesta. 

Sang Bintang dalam masanya menjelajah tanya. Tentang yang maknawi dalam perkara ada. Tentang yang mungkin di hari esok untuk dijelang; bersama Bintang. Tapi bagaimana jika itu hanya asumsi Sang Bintang? Jika Bintang juga menunggunya? Sang Bintang akan tetap mengutarakannya, dalam sua. Pada saatnya.

Semoga itulah makna kita dipersinggungkan. Semoga kita adalah yang dijodohkan semesta, yang menjadi lantas diaminkannya. Tunggu, Bintang, tunggulah aku, kelak masanya semoga dibiarkannya menjadi Sang Bintangmu. Biar sejenak nyenyak dalam lelap, yang tersirat untuk diterka waktu dalam maknanya. Biar jangkar waktu dan tangan semesta yang mengkonversi segala dan apa-apa lantas menjadi apa. Semoga yang tertunda untuk menjadi ‘kita’.

 

Advertisements

Quasi You

I can feel your presence in this very street

I have a feeling that I’m going to meet you again here

—-

​She gazed once more, the sight in front overwhelmed her

she looked back just in case it was him

She laid her sight on, but it was yet another resemblance

But she feels enough of it, to lay sight a glimpse of his physical copy

It is plausible only to her, and she could only cry

To let him unintentionally get the better of her

To let him put off her guard

Yet, she regrets nothing

—-

Hoping it’s you, I gaze once more

Hoping it’s you, I keep looking back

Drifting Boat


The scent of spring and the budding flowers
will not bring you back to me as I stand paralyzed


Yet another long run she had

Questioned the fragments she long gathered

To leave her another

To get her sober


when summer comes it’s rain at dawn
drawing close to you, I gather up the fragments


Drifted boat carried along past memories

of mere nothing supposedly but then last imbibed

To go sailing nowhere but heading in the same old path

Seemingly plumped up in loads but the same old past


After autumn passes, 

surely, I will cut off the black hair that I’d let grow


As it was drifting still the boat of unwavered dull pain

Made allusion cut short of the long black hair

to paint her the same old projection

Not so long after, made guess it was probably what dragged the figure back within eyesight


Oh, beloved  I completely forgot the sight of your parting face after only three days
‘Drifting Boat’ sang by Go Go 7188