What Meant To Be, Meant To Be

thought.is/You won’t notice it happening at first. The subtle smiles that have come out of hiding for you. The butterflies that finally have started to flap their wings. The way you have started to hold your head up higher. The way you have started to actually see yourself when you look in the mirror. You’ll…

via One Day You Are Going To Meet Someone Who Will Make You See Yourself In A Whole New Light — Thought Catalog


You won’t notice it happening at first. The subtle smiles that have come out of hiding for you. The butterflies that finally have started to flap their wings. The way you have started to hold your head up higher. The way you have started to actually see yourself when you look in the mirror.

You’ll wonder how this person did it. How did they finally make me see that I was worth something? How could they see the beauty in me, when I had no idea I was even special? How did they bring out this light inside of me that I have kept hidden in my head for all of these years?

You won’t understand it entirely; why they love you like they do, why they adore you like they do, or why they feel the way they do about you. You won’t get it at first. But my god, will you be so, so grateful.

When you meet them, you won’t be looking for anyone in particular. You won’t be strolling the streets waiting for someone to love you. You’ll be content in your life. You’ll be ok. But when they come into your life, you will see how much of your life was being wasted. You will see how much of your life was empty and hollow.

And when you meet this person, they will open up a whole new world for you.

A world you never knew existed. A world that showed you how magnificent you truly are. A world that let your light shine without being so afraid anymore. A world that believed in you, in all of you. And a world that finally accepted you, for all that you are.

This person won’t just show you how to love yourself, they will show you what you were missing out on. Not love with someone else, but love within yourself, your own body, and mind. They will show you how to love every piece of you, the dark and the light, the good and the bad. They will convince you that you are in fact worthy of everything that you could ever dream of.

And even if this person leaves you, even if there is a crashing and burning end, you will still have their lessons instilled in you. You will still have their words forever marked on your heart.

And so whenever you are scared, and hopeless, and feel like you are a failure, all you have to do is remember this person. Remember what they showed you. Remember what you learned. Remember what they said and how they carefully held you engulfed in their beautiful words.

One day you will meet a person who will change your life. And even if this person leaves your life, and leaves you aching, you will be forever different and forever changed. Because you see, this person will change you as a human being. This person will instill in you what you need to do to live and lead your best life.

So even if they leave, even if they run away from you, don’t fret about how or why they left. Just remember what you gained from them, not what you lost. And remember that no matter what, no matter who comes and goes in your life, you will always have yourself.

And remember that you are the most important person in your life. So treat yourself like it. And be kind to your heart.

It doesn’t matter if they are gone now. It just matters how they made you feel, and how they made you see yourself. It doesn’t matter if you never see them again. It just matters what they left inside of your soul.

Just love yourself, darling. Don’t forgot those words. Don’t ever forget it


Thus, impression is everlasting. The warmest soul, I’ve ever encountered.


It’s just another day

Remember that one night on the town

You could be my ‘unintended friend’

Look at the blue skies gone gray

The worst is almost over


—-

Let’s have another one, ready for the indefinite counting?
Remember still that short half a day togetherness we ever had? 

It was that another day, with the girl I like

—-

I never knew that cupid felt like this

I’m willing to buy his arrows of loneliness

When my heart broke did you like the sound of it?

You said at least a song will come out of it

—-

Under the bright blue skies before it shifted and at last gone grey 

I left you a question to be answered, have you found it yet?

Before we made a wrap of the day

So, what is loving capable of doing?

It’s infinite, ever so elusive. It works like a magic.”

I’m moving on, I don’t even know her


Yes, that’s the end.  

We said our last goodbye

I think I’ll go home and cry


This is song for you

It is just another day


Pada Suatu Hari, Pada Sebuah Hati

screenshot_20170103-234913.jpg

Hadirnya waktu itu, seperti bising dan riak yang aku butuhkan

Dunia berhentilah sejenak. Lenyapkan bising yang mengganggu

Aku ini ingin tenggelam. Sebentar kedalam ceritamu


Lalu Dia berbisik pada jeda, dihembuskannya nada dengan lirih, “Aku tidak ingin mengakhirinya, sebaiknya aku paksakan saja akhirnya.” Dia mengancang katanya dengan awas dan selalu tertambat, lalu Dia tinggalkan tergelak dalam awang. “Itu masih sama, masih di tempatnya semula. Kutata rapi, dan selalu kupastikan ada. Hanya agar masih disana, karena aku yang menginginkannya.” Dia menyusur kembali bagaimana semuanya bermula; hanya dengan begitu terkikis sedikit ruam yang masih tersisa dalam cerita yang dibaginya pada sebuah malam yang bersahaja.

Malam itu, Dia gusar dengan tanya yang lancang menyuruak diluar kendalinya; sungguh Dia tidak menginginkannya menjadi ulkus hati apalagi membiarkannya meradang. Dia memilih membiarkannya; tanyanya, gelisahnya, kepada dia yang tidak kunjung menyambut risaunya. Hatinya masih memar, dia merasa dipermainkan meskipun dia memilih untuk mendamaikannya dan membuang prasangkanya; tapi lagi-lagi Dia berharap semua menjadi berbeda, jikalau hari itu tidak pernah ada, saat dia tanpa sengaja membuat sebuah kebetulan. “Dan itu yang membuatnya sedikit tertindih, lalu penyesalan yang lain; yang tidak tergantikan, yang terindah dan yang tertinggalkan.”

Malam itu, bising gilasan roda monorel yang beradu urung membuatnya terusik dari pikirnya; yang jauh riuh dan gaduh menggiring kumparan kata dan kenangan yang terbatas diingatannya. Dia mempertanyakan sebuah kepastian tanpa harus mengutarakannya, “Tapi sepertinya dia tidak mampu membacanya atau mungkin aku tidak memahami alurnya, dia seperti susunan kalimat-kalimat yang terangkai hanya untuk menjadi interpretasi multi tafsir. Sedangkan aku, hanya menginginkan yang tidak mengingkari, yang meskipun tidak selalu ada, tapi memberikan hatiku kepastian. Jadi aku biarkan saja kamuflase itu: teman terbaik. Terkadang aku berharap, sebaiknya kebetulan itu tidak pernah ada saja, tidak pernah aku buat sama sekali.”

Kembali Dia merunduk dan menghela dalam pengandaiannya. Dia gontai dan linglung dalam derap langkahnya waktu itu; hingga terlewatkan satu persinggahan dari tujuan yang seharusnya. Pun senada dengan isi kepalanya sepertinya membuat jalinan yang salah dengan sinaps-sinapsnya, Dia benci yang membuat onar dan menciptakan delusi berkepanjangan. “Lalu kamu hadir seperti bising yang menjadi riak sekaligus pelipur. Yang adanya aku inginkan, mungkin aku butuhkan untuk tetap dalam batasnya pada waktu itu, untuk tetap dalam takarnya. Untuk tetap sewajarnya.”

Dan sebuah cerita menjadi awal yang baru, Dia tidak beranjak dari yang hadir manyapanya dalam sejenak, lantas bersemayam. “Jangan dulu beranjak, aku takut kembali.”

Dia lupa kapan terakhir kali menyeka airmata, mungkin hatinya menjadi sedikit resisten dengan luka; yang seringkali hadirnya tanpa disengaja dan Dia tidak pernah membiarkannya tinggal lama karena hanya akan menjadi racun bagi akal sehatnya.

Dan dengan mengingat penggalan-penggalan yang terlalui dalam sepintas lalu mengeja namanya, Dia mampu mengusir resah, kenangan itu yang mendamaikan; dan Dia ingin tetap berada disana. Hanya karena itu membuatnya sedikit lebih baik dan jauh lebih sadar.

“Karena dengan mengingatnya, aku kembali bisa berdamai. Karena dalam tuturnya, aku tahu yang sementara dan yang akan selalu ada.”


Waktu, jika benar kamu ada. Berhentilah dulu sejenak

Ada yang tak sengaja kutinggalkan. Beberapa waktu lalu