Cerita Sore Menjelang Senja

ImageSore yang tidak biasa. Saya terduduk diam dan melamunkan hal begitu mendalam. Begitu banyak hal. Tentang kenapa dan untuk apa. Kenapa atas keberadaan hidup, dan untuk apa hidup. Bagi sebagian orang mungkin beranggapan terlalu percuma memikirkan filosofi hidup yang rumit. Sebagian dari saya menyetujui pertanyaan itu, tapi saya memandangannya dalam sisi koin yang berbeda.  Keberadaan saya saat ini adalah untuk melihat senyum yang sama, itu cara saya menjadi bahagia dengan cara sederhana. Senyum malaikat berhati baja. Hanya sampai disitukah? Tentu tidak. Kehidupan bagi saya untuk melihat senyum dari pejuang-pejuang hidup yang lain. Mereka yang tidak menangis dan mengeluh sekalipun Tuhan menempa dengan ujian bertubi-tubi. Mereka yang meskipun tidur beralaskan langit, namun masih tersenyum di pagi hari atas nafas dan datangnya pagi. Hal kecil seperti itu mampu menggetarkan bagian terdalam hati saya yang tamak dan angkuh. Hidup tidak pernah cukup hanya dengan tawa hingar bingar kecukupan. Lebih dari itu, hidup adalah dua sisi koin. Bukan untuk mengesampingkan kebahagian pribadi lalu lantas menjadi biru haru. Keseimbangan. Memaknai hidup secara sederhana tanpa tergoda hingar-bingar yang menawarkan berbagai jalan. Jalan menuju kesenangan yang membutakan. Sederhana dalam proporsi yang seimbang. Kesederhanaan dalam menemukan kebahagian. Kesederhanaan dalam bersyukur. Seperti itu gambaran kasar saya tentang sederhana. Tentang kenapa dan untuk apa. Yang saya jalani saat ini dan nantinya adalah tahapan untuk menemukan kenapa dan untuk apa. Jawaban itu ada, hanya menunggu lakon untuk menguaknya. Dan itu yang saya emban.

Advertisements